Senin, 15 Maret 2010

Desainer Harus ’Mesra’ Dengan Marketer

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat website, maka harus diputuskan secara matang . Keahlian desainer sangat diperlukan disini, tapi tanpa instruksi dari marketer , nasib brand dan perusahaan yang dipertaruhkan . Oleh karena itu, desainer dan marketer , bermesaraanlah ! Berikut alasannya:

Pendesainan isi website

Pengunjung website harus memiliki pengalaman menyenangkan ketika mengunjungi website kita. Pengalaman menyenangkan tersebut berarti kemudahan dalam mengakses informasi saat mengunjung situs kita . Maka fase desainnya harus baik. Fase desain adalah bagaimana website bekerja dalam area kunci dari struktur website, navigasi, dan keamanan.
Spesifikasi dari pengembangan website mencakup hal – hal sebagai berikut :
- Struktur dari website .
Desain dari Struktur website harus ditentukan dari awal agar tidak terjadi pembuatan ulang yang menghabiskan waktu dan biaya . Metode papan cerita ( strotyboarding) bisa dipilih untuk mendesain struktur website . Hal ini bisa diselesaikan dengan memiliki satu diagram atau ’peta’ yang menggambarkan struktur dari website dan lembar lainnya yang menunjukkan tata letak dari halaman – halaman website secara satuan .
- Aliran , diatur oleh navigasi dan pilihan menu .
Hoffman dan Novak ( 1996 ) mengidentifikasi konsep ’aliran’ sebagai hal penting dalam memerintah reaksi pengguna pada sebuah website . Aliran secara esensial didefinisikan sebagai semudah apa pengguna menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan pindah dari halaman satu ke halaman lainnya yang berisikan konten berbeda pada sebuah website .
Aliran tidak sesederhana bergerak dari konten satu ke konten lainnya , ini juga memperhatikan semua interaksi , misalnya mengisi formulir tertentu . Dibutuhkan Navigasi . Navigasi adalah semudah apa untuk menemukan dan bergerak antara informasi yang berbeda pada sebuah website . Ini diarhkan oleh menu arrangement , struktur situs , dan tata letak dari halaman per halaman .
Ada tiga aspek penting pada website yang mudah untuk dinavigasi , yaitu : konsistensi ( lebih mudah bagi pengguna untuk melihat interface yang konsisten dari bagian – bagian website ) , kesederhanaan ( makin sedikit jumlah pilihan makin baik ) , dan konteks ( menggunakan Javascript ’rollovers’ , maka menu yang sudah dilihat akan berubah warna , sehingga pengunjung tidak bingung ) .
- Desain grafis dan identitas brand .
Tantangan yang dihadapi desainer grafis dalam membuat website : Kecepatan dalam mengunduh grafik , resolusi layar komputer , jumlah warnapada layar , tipe dari browser yang digunakan .
Website juga harus konsisten dengan identitas brand versi offline . Identitas brand online , harus sama dan mendukung yang offline . Bisa saja menggunakan brand yang berbeda antara online dan offline karena kesulitan dalam mengakses website akan merusak citra brand .
- Lokalisasi negara spesifik .
Desainer web harus menyediakan konten untuk tipe pengguna yang berbeda – beda dari tiap negara . Sebagai aksi nyata dari slogan ’ think globally , act locally ’ , katakanlah menjadi ’glocalisation’.
- Kualitas pelayanan dari bentuk online dan pesan e-mail .
-
pengembangan grafik dan teks
Fase pengembangan
Pengembangan adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan penciptaan dari sebuah website oleh programer . Ini termasuk menulis konten HTML , menciptakan grafik , dan menulis kode – kode perangkat lunak yang diperlukan seperti Javascript atau ActiveX .

Pengembangan website disarankan tidak dilakukan sampai analisis dan desain sudah selesai . Maka pengembangan yan akan dilakukan berdasarkan desain terbaik yang sudah disepakati , sehingga berbagai perubahan dapat dihindari . Walaupun , dalam pemakaian metode prototipe , pengembangan juga mengambil bagian bersama analisis dan desain , mencakup mendesain tata letak website ; elemen grafis ; navigasi ; atau stuktur menu.


Faktor - faktor kesuksesan dalam membangun website
Keberlangsungan sebuah website tidak hanya bergantung pada kemampuan pengembangnya . Ada satu metode untuk mengidentifikasi faktor – faktor sukses dari membuat sebuah website dengan belajar dari kesalahan – kesalahan proyek terdahulu .
Bicknell ( 1998 ) mengulas kesulitan – keesulitan dalam membuat website berdasarkan sebuah survey dari The Times 500 Prusahaan Top Eropa . Ukuran perusahaan yang besar berarti proyek yang ditangani juga beesar dan mencakup fasilitas e-commerce juga . Survey tersebut menunjukkan bahwa seperempat dari perusahaan – perusahaan tersebut membatalkan prroyek e-commerce mereka . Alasan – alasan dari kesalahan yang terjadi sebagai berikut :
- sedikitnya dukungan dari eksekutif sesungguhnya .
- kesalahan dalam mengidentiifikasi tujuan bisnis dari sistem .
- kurangnya komunikasi antara departemen pemasaran dan IT .
- terbatasnya pengetahuan teknikal dari pengembang sistem , baik dari in-house maupun perusahaan luar .
- kurangnya integrasi dari sistem e-commerce dan sistem lainnya .

Belajar dari kesalahan – kesalahan di atas , maka faktor – faktor sukses sebuah website yang disarankan adalah :
- dukungan manajemen untuk mempromosikan proyek di perusahaan .
- mendefinisikan secara jelas strategi dan tujuan website .
- manajemen proyek yang kuat untuk meyakinkan target – target yang dicanangkan dapat tercapai melalui perencanaan dan sumber daya proyek yang efektif .
- keahlian dan pengalaman yang memadai dari pengembang – pengembang proyek .
- kerjasama yang baik di antara bagian – bagian yang berbeda yang berhubungan dengan proyek dan sistem informasi terintegrasi dari area – area yang berbeda .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar